Pencuria

Diteriaki Maling, Pencuri Motor Malah Todongkan Senjata

Kompas.com - 05/09/2012, 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Dua orang berbarengan mencuri dua motor milik Purwanto (39) dan Yulia (25), di halaman parkir sebuah gedung di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Korban sempat memergoki kedua orang itu namun segera kabur karena seorang pelaku mengeluarkan pistol dan mengejar Purwanto.

Informasi dari Polda Metro Jaya, Rabu (5/9/2012), motor korban yang dicuri pelaku adalah Honda tahun 2008 warna hitam B 6043 PKJ dan Yamha Mio tahun 2009 warna hijau B 6605 SUI.

Kedua motor itu diparkir berdampinga di halaman parkir dan dicuri pada Senin sore lalu sekitar pukul 15.30. Korban memarkir motornya di situ karena tempat kerjanya di perkantoran itu.

Sore hari Purwanto mendengar suara-suara mencurigakan dari halaman parkir. Dia pun keluar kantor melakukan pengecekan. Di halaman parkir Purwanto melihat dua orang tengah mengutak-atik motornya dan motor Yulia.

Ia pun mendekat sambil berteriak menanyakan siapa mereka, sebab itu motornya. Purwanto menerikkan maling dan mengejar pelaku yang semula lari. Ternyata seorang pelaku berbalik dan mengejar Purwanto sambil menodongkan benda seperti pistol.

Menyangka pelaku membawa senjata api, Purwanto kabur menyelamatkan diri. Rupanya itu memberi peluang pelaku untuk kembali ke motor korban untuk meneruskan pencuriannya. Sebab, beberapa saat Purwanto dan beberapa orang kembali ke halaman parkir, mereka melihat dua pelaku itu kabur ke arah Mangarai, Jakarta Selatan, dengan menggunakan kedua motor korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau